Jangan Salah Pergaulan Bebas

Perkembangan zaman yang pesat telah mempengaruhi gaya hidup seseorang. Bagaimana memenuhi kebutuhan dasar pangan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lainnya. Hal tersebut juga dibuktikan dengan tren gaya hidup terkait hiburan dan melakukan hal-hal yang berada di luar ajaran agama. Hingga kini, banyak remaja yang hidup dalam pergaulan bebas, seperti merokok dan minum minuman beralkohol (Khamr).

Dalam fatwa MUI mengenai minuman beralkohol dan juga buku referensi muslim lainnya disebutkan bahwa “khamr adalah minuman yang memabukkan, baik yang berasal dari alkohol maupun yang tidak, dimasak atau tidak”. Karena itu, setiap minuman yang memabukkan saat diminum disebut khamr. Juga telah diklaim bahwa alkohol adalah istilah yang umum digunakan untuk berbagai jenis senyawa organik yang memiliki gugus fungsi yang disebut gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon. Kandungan alkohol adalah etanol dan senyawa lain seperti metanol, etil asetat dan asetaldehida yang dihasilkan melalui fermentasi dengan menggunakan berbagai teknik atau karbohidrat yang mengandung zat atau minuman yang mengandung etanol atau metanol yang sengaja ditambahkan.

Sesuatu yang diminum, jika mengandung alkohol, maka itu haram. Ini karena alkohol adalah sesuatu yang dapat memabukkan dan dapat membahayakan tubuh, pikiran, dan kesadaran manusia. Dimana barang yang memiliki tingkat bahaya lebih besar dari manfaatnya juga dapat dimasukkan dalam kategori dilarang.

Jika seseorang meminum khamr untuk pertama kali, ketika orang tersebut mendengarnya, orang tersebut dapat menjadi kecanduan dan ingin terus meminumnya. Setelah itu, orang tersebut akan kesulitan untuk tidak meminum khamr lagi dalam waktu dekat.

Hal ini dapat membahayakan orang yang meminumnya setiap saat, salah satunya adalah mind blowing. Meskipun bagian tubuh mana pun dapat terpengaruh oleh wasir, sistem saraflah yang memiliki pengaruh terbesar. Selain itu, bagian otak yang bekerja akan menjadi lemah, yang dapat menyebabkan kemampuan berpikir menurun.

Akal adalah hal terpenting dan berharga yang dimiliki manusia. Oleh karena itu, Allah SWT mengharamkan khamr dan hukum Islam juga memelihara akal dengan mewajibkan umat Islam untuk mencari ilmu tentang larangan mabuk.

Islam melarang minum alkohol (khamr) bagi semua Muslim dan tidak ada pengecualian untuk orang-orang tertentu. Apapun jenisnya jika dimakan atau dipakai dalam keadaan normal oleh orang biasa, lalu dimabukkan, maka khamr dan haram, baik dimakan sedikit atau banyak.

Alkohol hanyalah bagian dari suatu bahan kimia, di mana ia juga dapat digunakan untuk keperluan lain seperti disinfektan, pembersih, bahan bakar, pelarut, dan juga dapat digunakan untuk mencampur bahan kimia lainnya. Namun jika alkohol diminum cukup lama dikhawatirkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi manusia dan dapat berujung pada kematian.

Leave a Reply