Oprah Ungkap Alasan Tak Mau Menikah Meski Sudah 30 Tahun Pacaran

Tanpa terasa sudah 30 tahun Oprah Winfrey menjalin asmara dengan kekasihnya, Stedman Graham. Namun apa yang membuat keduanya belum juga menikah?

Dalam wawancara terbarunya dengan Vogue, Oprah mengaku pernikahan tentunya pernah terlintas di benak keduanya. Bahkan pada awal 1990an, Stedman sempat melamarnya. Namun banyaknya tawaran membuat buku memaksa Oprah dan Stedman membatalkan rencana tersebut.

“Aku mulai mengungkit topik itu lagi ketika aku bertanya padanya, ‘Apa yang terjadi ketika kita akhirnya menikah?’. Dan dia menjawab: ‘Kita tidak akan bersama.’,” ujar Oprah.

Oprah Winfrey sudah 30 tahun bersama kekasihnya, Stedman. Oprah Winfrey sudah 30 tahun bersama kekasihnya, Stedman. (Foto: Getty Images)

Oprah pun setuju dengan jawabannya sang kekasih. Menurut wanita 63 tahun itu, cara pandangnya pada kehidupan sangat bertolak belakang dengan konsep pernikahan yang cenderung terlalu konvensional. “Bagi kami berdua, pernikahan itu agak tradisional, dan saya tidak mampu mencocokkan diri dengannya,” ungkap Oprah.

Pada 2015 silam, Oprah pernah mengangkat topik ini dalam acaranya yang bertajuk ‘SuperSoul Sunday’ bersama teman yang juga produser kondang, Shonda Rhimes. “Aku tersadar bahwa aku tidak mau menikah karena aku tidak bisa menjalani kehidupan yang kuciptakan sendiri,” kata presenter yang dijuluki Queen of Talkshow itu. Kepada Vogue, ia pun mengaku ingin hidup sesuai dengan caranya sendiri.

Kendati begitu, bukan berarti hidupnya bebas dari gosip pernikahannya. Tahun lalu, sempat beredar rumor bahwa Oprah dan Stedman akhirnya meresmikan hubungan mereka di jenjang pernikahan. Namun kabar itu dibantah oleh Oprah lewat kicauannya di Twitter.

Pengalaman Horror Wanita Kena Luka Bakar akibat Lilin Aromaterapi

Sedikit lilin aromaterapi di kamar tidur atau kamar mandi bisa membantu relaksasi tubuh dan membuat pikiran menjadi lebih tenang. Sayangnya, hal itu tidak dialami Ashley Brawley. Alih-alih mendapatkan ketenangan, Ashley malah panik dan kalang kabut saat lilin aromaterapi kesayangannya dinyalakan.

Tidak hanya kebakaran, lilin aromaterapi yang dipakainya bahkan juga mengalami ledakan dan membuat Ashley mendapatkan luka bakar tingkat satu dan dua di dahi, pipi, hidung, rambut, dan bibirnya. Kejadian yang dirasa berlalu dengan cepat itu terjadi di ruang keluarga. Ashley menyalakan lilin aromaterapi dengan aroma vanilla dan meninggalkannya untuk mengeringkan rambut di kamar mandi. Orang pertama yang menyadari bau terbakar adalah sang anak yang berusia dua tahun.

“Anakku duduk di meja menontonku dan kemudian mencium bau terbakar. Aku berjalan ke ruang keluarga dan saat itu aku melihat lilinku. Benar-benar terbakar. Aku meniupnya sekitar tiga atau empat kali dan saat tiupan yang terakhir, mendadak api naik ke wajahku. Aku langsung berteriak,” papar Ashley yang kini tengah mendapatkan penyembuhan di rumah sakit.
Pengalaman Horror Wanita Kena Luka Bakar karena Lilin AromaterapiAshley Brawley. Foto: istimewa

Tidak hanya terkena api, Ashley juga terkena cipratan lilin panas di wajahnya.

Cody, suami dari wanita yang tinggal di Texas ini, langsung mengecek keadaan dan membantu memadamkan api. Kepanikan yang melanda pun membuatnya gugup dan memilih untuk menyiram api secara langsung dengan air. Tentu saja api kemudian bertambah besar. Akhirnya, Cody memberanikan diri untuk mengambil lilin tersebut dengan sarung tangan dan menyiramnya di luar dengan selang air.

“Setelah aku menyiramnya dengan selang air, lilin itu tiba-tiba meledak berkeping-keping,” tambah Cody.

Kejadian itu terekam dalam kamera CCTV dan menunjukkan bahwa lilin telah menyala selama tiga jam lebih 20 menit. Hal tersebut bukan masalah karena instruksi dari lilin menunjukkan bahwa lilin perlu dinyalakan antara tiga hingga empat jam. Pasangan tersebut juga telah terbiasa merapikan sumbu lilin sebelum dinyalakan sesuai dengan instruksinya.

Lilin aromaterapi yang digunakan Ashley merupakan lilin wangi vanilla dari sebuah brand perawatan tubuh asal Amerika. Dengan tiga sumbu yang dimiliki, lilin tersebut memang menghasilkan api yang lebih besar. Dilansir oleh NBC 5, banyak pelanggan yang mengeluh karena api lilin tersebut lebih besar dari biasanya, namun baru kali ini sampai terjadi ledakan. Ashley pun sempat berpikir apakah lilin yang dibelinya dalam kondisi cacat dan sebenarnya salah produksi.

Karena Cody membagikan unggahan video beserta kronologi kejadian di Facebook, pihak produsen lilin aromaterapi tersebut kini sedang berusaha mencari detail lebih mengenai alasan mengapa ledakan bisa terjadi.

“Kami sangat menyesal bahwa kejadian ini terjadi dan kini sedang menanganinya dengan serius. Keamanan pelanggan adalah prioritas kami dan kami saat ini berusaha menganalisis kasus tersebut lebih lanjut dari pelanggan,” ungkap pihak produsen kecantikan yang cukup ternama itu.

Perkenalkan Dendrobium, Supercar Buatan Singapura

Mendengar nama Singapura, mungkin tidak menjadi negara pertama yang datang ke pikiran kita, ketika berpikir tentang produsen mobil, namun negara tersebut akan membuat kejutan dengan supercar listrik pertama di Geneva Motor Show pada 7 Maret 2017 ini.

Williams Advanced Engineering telah bermitra dengan perusahaan listrik mobilitas Vanda Listrik untuk menciptakan Dendrobium EV.

Membangun supercar adalah sedikit lompatan untuk Vanda Listrik, yang di masa lalu telah memproduksi skuter listrik dan truk listrik mini Ant.

Keberuntungan bagi mereka telah dipinjamkan dunia balap dan rekayasa keahlian dari Williams F1 sebagai mitra teknis, membawa pengetahuan tentang segala sesuatu dari aerodinamis. Tidak banyak rincian tentang konstruksi mobil atau kekuatan mesin, tetapi situs yang didedikasikan untuk mobil menyebutkan “permukaan indah dari aluminium, serat karbon dan kaca.”

Pendidikan Jarak Jauh, Selain UT Pun Boleh

Demi meningkatkan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK-PT), pemerintah melakukan terobosan baru dengan diperbolehkannya perguruan tinggi selain Universitas Terbuka – dengan kriteria dan persyaratan tertentu – untuk menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh pada Perguruan Tinggi.

Menurut Permendikbud tersebut, PJJ adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajaraannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi informasi dan komunikasi, dan media lain. Fungsinya adalah sebagai bentuk pendidikan bagi peserta didik yang tidak dapat mengikuti pendidikan tatap muka tanpa mengurangi kualitas pendidikan. PJJ bertujuan untuk meningkatkan perluasan dan pemerataan akses terhadap pendidikan yang bermutu dan relevan sesuai kebutuhan.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang masuk ke perguruan tinggi, APK-PT bisa meningkat. Menurut BPS, APK-PT adalah perbandingan antara mahasiswa perguruan tinggi dengan penduduk berusia 19-24 tahun, dinyatakan dalam persentase. Menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, pada tahun 2010, angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia mencapai 21,6%. Angka tersebut masih jauh dari pencapaian target nasional, yaitu 30% pada tahun 2015. Apalagi menurut “The Global Competitiveness Report 2011-2012” yang dirilis oleh World-Economic Forum, persentase Tertiary Education Enrollment – salah satu indikator yang mirip dengan APK-PT – hanya menempati Indonesia pada posisi ke- 87 dari 147 negara.

Belajar tidak hanya sebatas di ruang kelas atau seminar saja
Dengan PJJ, pendidikan memang bisa tidak terbatas ruang dan waktu. Idealnya, siapa saja bisa belajar kapan saja dan di mana saja. Namun dalam prakteknya, PJJ tidak hanya sekedar mengirimkan bahan belajar ke alamat peserta didik, atau sekedar berkomunikasi melalui teknologi informasi dan komunikasi. Aspek pedagogik, atau pencapaian kemampuan kognitif, afektif, atau psikomotorik tidak mudah difasilitasi dengan PJJ yang diselenggarakan secara asal-asalan, atau sekedar mengikuti trend. Untuk itulah pemerintah berupaya membuat regulasi ketat, walau di sisi lain, memberikan kemudahan bagi Perguruan Tinggi yang dianggap mampu.

Menurut Permendikbud nomor 24 tahun 2012, PJJ dapat diselenggarakan pada lingkup program studi atau mata kuliah. PJJ dalam program studi diselenggarakan dalam proses pembelajaran pada 50% atau lebih mata kuliah dalam satu program studi, sedangkan PJJ dalam mata kuliah diselenggarakan di semua proses pembelajaran dalam satu mata kuliah. Izin penyelenggaraan PJJ untuk program studi dapat diberikan apabila.

Penerimaan Pajak Kalbar Baru Capai 44 Persen

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat, Slamet Sutantyo menyebutkan realisasi penerimaan pajak pada Semester I di Kalbar baru mencapai 44 persen dari target Rp6,78 triliun. “Kita bersyukur pencapain realisasi yang ada ini dibandingkan tahun sebelumnya tumbuh sebesar 19 persen,” ujarnya di Pontianak, Senin (14/8).

Slamet menjelaskan dari pencapain yang ada tersebut didominasi oleh sektor perdagangan dan baru disusul sektor industri pengolahan sawit dan lain – lainnya. “Sedangkan untuk sektor yang paling turun penerimaanya adalah dari belanja pemerintah. Hal itu dikarenakan saat ini belanja pemerintah masih rendah,” paparnya. Melihat dari hasil yang ada ia mengakui masih butuh usaha keras untuk mencapai target.

Namun ia bersama timnya tetap optimis target yang ada teralisasi sepenuhnya. “Saat ini agar penerimaan negara terus berjalan sebagaimana mestinya kita melakukan sejumlah program baik seputar penyadaran akan pentingnya taat membayar pajak dan sosialisasi tentang pajak,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk terus taat dan displin membayar pajak karena dengan membayar pajak dapat berkontribusi membangun negeri. “Kita ketahui bahwa untuk pembangunan di Indonesia 75 persennya itu dari pajak. Artinya dengan membayar pajak maka kita ikut membangun negara ini dan menjadi pahlawan bangsa,” jelasnya. (ant/ind)