Kubu Prabowo Sandi ke Jawa Tengah

Prabowo Sandi

Salah satu kubu pasangan calon yaitu kubu Prabowo Sandi mengincar kandang banteng merah. Posko pemenangan pusat bakal dipindahkan ke Jawa Tengah yang jadi basis PDIP, partai utama pengusung Jokowi-Ma’ruf. Tujuan, untuk memecah suara lawan. Meskipun begitu, juru bicara Prabowo-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaen mengakui, ada misi memecah suara Jokowi-Ma’ruf di balik rencana pemindahan posko ke Jateng. Menurut dia, PDI Perjuangan dan Jokowi-Ma’ruf merupakan satu kesatuan. Alhasil, dengan memecah suara PDI Perjuangan di Jateng, maka suara Jokowi-Ma’ruf di pilpres akan tergerus. Memang Jateng sangat penting bagi kami. Kita tahu, semua di kandang banteng. Di sana peta politiknya basis PDIP. Jadi itu betul sekali. Dengan menempatkan markas pusat di Jateng, Ferdinand menargetkan Prabowo Sandi setidaknya bisa merebut 35 hingga 40 persen suara di Jawa Tengah.

Kami pastikan bisa mendekati (perolehan suara) Pak Jokowi, tidak berharap menang atau unggul di Jateng tapi target 35-40 persen sudah membuktikan bahwa Prabowo Sandi akan menang,” ujar mantan politikus Partai Demokrat itu. Berdasarkan penelusuran data, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu tercatat mendominasi perolehan suara di hampir seluruh wilayah Jateng. Berdasarkan data KPU, PDI Perjuangan menguasai delapan dari sepuluh daerah pemilihan di Jawa Tengah.  Total, partai berlambang banteng moncong putih itu meraup 4.295.598 suara. Angka ini menempatkan PDI Perjuangan sebagai jawara di Pemilu 2014 lalu di Jateng. Namun, optimisme pun muncul dari hasil Pilkada Jateng 2017.  Saat itu pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah yang diusung Partai Gerindra, PKB, PAN, dan PKS memperoleh 7.267.993 suara, atau 41,22 persen.

Suara pasangan nomor urut 2 ini hanya selisih sekitar 3 juta dari Ganjar-Taj Yasin pemenang Pilkada, dengan perolehan suara 10.362.694 suara atau 58,78 persen. Sosok Sudirman Said pun didaulat membantu perolehan suara Prabowo Sandi di Jawa Tengah. Saat dihubungi, ia tak memungkiri bahwa hasil signifikan di Pilkada Jateng merupakan modal yang harus dijaga dan dipertahankan.  Namun, tak hanya itu (faktor Pilkada Jateng), semua faktor kita perhitungkan, mulai dari hasil Pilpres 2014, hasil Pilkada 2018, peta koalisi. Tapi yang paling penting adalah suasana batin rakyat Jateng yang menginginkan perubahan,”  kata Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandiaga itu. Sudirman mengatakan, jika unggul di Jateng, jagoannya berpotensi menguasai perolehan suara nasional. Sebab, Jawa Tengah adalah salah satu propinsi paling padat di Indonesia.

Namun, mantan menteri ESDM tersebut mengakui, butuh kerja keras untuk menggerus suara PDIP. Sudirman mengaku, dirinya terus melakukan konsolidasi dengan simpul-simpul relawan yang selama ini bergerak memenangkan dirinya di Pilkada Jateng lalu. Relawan kita masih kompak. Dan kini mereka kembali aktif berjuang memenangkan Prabowo Sandi di Pilpres. Dan banyak relawan kita di seluruh Jateng menginginkan agar capres dan cawapres lebih banyak bertemu warga Jateng,” ucap dia. Beda pilihan di Pilpres 2019 membuat Sudirman Said pecah kongsi dengan eks pasangannya, Ida Fauziyah yang didukung Nahdlatul Ulama (NU). Ida bahkan didaulat sebagai Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Ida yakin, rencana pemindahan Posko ke Jateng tidak akan mempengaruhi elektabilitas Jokowi-Ma’ruf.  Menurutnya, Joko Widodo tetap akan mendulang suara besar di Jawa Tengah. Posisinya saat ini cukup yakin Pak Jokowi masih leading di Jateng, partai yang mengusung juga masih leading.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*